AMYA Meminta Kepada Bupati Bantaeng Untuk Segera Menindaklanjuti Adanya Kolusi dan Nepotisme di Desa Tombolo Kecamatan Gantarangkeke

Korupsi terjadi karna adanya Pembiaran Oleh Pemerintah dan Aparat Hukum Kepada Pejabat Pemerintahan dalam melakukan Kolusi dan Nepotisme.
Menurut Rusdi Salah Seorang Aktivis Angkatan Muda Yayasan Al Falah (AMYA) Kabupaten Bantaeng bahwa Pemerintah Desa Tombolo yang di Jabat oleh BORA ARFAH selama Dua Periode sangat merugikan masyarakat. Di Periode keduanya sudah melakukan Kolusi dan Nepotisme,  Pemerintahan Desa Tombolo sudah dijadikan sebagai Dinasti.
Dimana yang menjadi Bendahara adalah Adik Iparnya,  Kepala Dusun Kemenakannya dan Beberapa Staf diambil dari Keluarga Dekat,  dan kemudian BPD Keluarga dekat dan Direktur Bumdes Anaknya Sendiri sekaligus sebagi Sopir Mobil Bumdes. Dalam pelaksanaan rapat-rapat didesa yang di undang adalah orang-orang terdekatnya bahkan orang yang tidak tau membaca dan menulis juga yang tidak terlalu paham dengan Bahasa Indonesia.
Aktivis Angkatan Muda Yayasan Al Falah (AMYA)  sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk segera bertindak dan menghentikan praktek itu.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "AMYA Meminta Kepada Bupati Bantaeng Untuk Segera Menindaklanjuti Adanya Kolusi dan Nepotisme di Desa Tombolo Kecamatan Gantarangkeke"